Berakhir Pada Awal kemanisan


Awal yang manis memang terlihat indah.

Semua berjalan seperti biasa.Canda, tawa dan bahagia selalu ada. Kata-kata manis terlihat meyakinkan. Menyendiri tak lagi menjadi bagian kehidupan. Ya. Wanita itu kini bahagia. Tak seperti biasanya yang selalu melangkahkan kaki sendiri. Perkenalan dengan seorang pria, membuat dirinya merasa nyaman. Jarak yang menyadarkan mereka akan pentingnya arti cinta membuat mereka menghargai satu sama lain. Permainan alam yang terkadang menyakitkan membuat wanita itu tegar akan segalanya.

Satu persatu daun mulai berjatuhan. Meranggas. Menangis

kehidupan awal memang meyakinkan. Wanita itu sangat menyayangi apa yang telah Tuhan berikan kepadanya. Pria yang selama ini ia dambakan. Pria yang menurutnya lebih dewasa dan bisa mengantarkan pada kebaikan. Awal mereka menjadi sebagai sepasang kekasih, begitu terasa aura percintaannya. Satu sama lain memegang teguh kepercayaan yang telah diberikan. Mengatakan bahwa mereka diciptakan untuk bersama. Tapi, mereka tak bisa saling bertemu secara langsung. Hanya melalui alat komunikasi-lah mereka menyapa. Wanita ini yakin,bahwa itu tak akan jadi penghalang.

“Permainan alam yang terkadang menyakitkan membuat wanita itu tegar akan segalanya”

 

Angin berhembus,memberikan kabar menyedihkan.

Wanita ini tak sendirian rupanya. Ada wanita lain yang secara diam-diam menyimpan rasa kepada pria ini. sebut saja wanita ini “Bulan”. Meski pada awal, Bulan tak begitu menjadi perhatian bagi wanita ini, tetapi terlihat bahwa Bulan ini mempunyai perasaan terpendam pada pria ini. Wanita yang menyakan pada si pria tentang Bulan, dan Pria itu menjawab : Hanya teman.

Badai merenggut cita-cita. Membawa entah kemana.

Tetapi,tak sebegitu mudah bagi wanita ini untuk mempercayai-nya. Wanita ini mencari tau tentang apa yang sedang terjadi. Melalui beberapa sosial media yang Bulan punya, wanita ini memperhatikan satu persatu apa yang Bulan tuliskan selama ini. Kebenaran sedikit terkuak. Wanita ini semakin penasaran apa yang telah terjadi. Bulan sangat membuat perasaan wanita ini tidak tenang.

Awan gelap menggulung semua angan.

Semakain terlihat kebenaran. Semakin terungkap kejelasan. Kini semua berubah,berbalik arah. Apa yang telah wanita ini cita-citakan, lenyaplah sudah.Wanita ini hanya menjadi “korban” bagi perasaanya. Pria ini tak lagi menjadi penyemangat hidupnya. Bahkan tak lagi menjadi kekasihnya. Gantung? ah tidak juga. Berakhir pada awal kemanisan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s