Bersama pahit ku genggam jari

Melentikan jari menjadi tari

Musnahkan rasa yang telah ada

Menjadikan sebuah petaka

Aku melangkahkan kaki menuju tempat istirahatku. Disini adalah sebuah tempat baru bagiku. Jauh dari keluarga, dan tentu saja detak jantung hidupku. Terlalu berlebihan? tidak menurutku,malah itu kurang dari apa yang aku rasa selama ini. Dia menjadikan ku seperti orang paling beruntung di dunia,melatihku bagaimana aku harus bertahan demi satu kata,yaitu cinta.

Ya, aku merasa asing disini. Berjauhan raga,tetepi tidak untuk perasaan kami,yang selalu dekat bahkan saling bertautan. Aku tidak tau ini namanya apa, tidak ada dalam kamus hidupku bahwa ini adalah LDR. Kami merasa kami masih dalam satu jiwa,jika ada aku,maka ada kamu. Kami saling percaya. Kepercayaanlah yang menyatukan kita.

Ini sudah hari ke 120 aku berada disini, jauh dari jantung hidupku. Menjalani hari demi hari yang melelahkan. Iya sangat melelahkan. Aku sudah merasa bosan disini,ingin segera jumpa dengan jantung hidupku, tidak berjumpa hanya sebatas layar tipis. Benar-benar ingin sekali berjumpa dengan menggenggam jemari lentiknya.

Ah…..akhirnya ada satu kesempatan,aku bisa bertemu dengannya walaupun hanya 3 hari,iya itupun aku harus menepikan egoku untuk bertemu keluargaku sendiri. Bertemu dengannya itulah yang menjadi impianku selama disana akhirnya tercapai. Aku susun jadwal untuk bertemu dengan dirinya. Sengaja kau tidak memberi tau dirinya,agak dia merasa istimewa.

Suatu siang, aku menuju rumah jantung hatiku, aku bawakan hadiah spesial untuknya yaitu sebuah cincin. Aku memberikan cincin itu,untuk menunjukkan keseriusanku terhadapnya. Dan untuk sekalian aku melamarnya. Hanya itu yang bisa aku berikan, karena aku tidak mau membuang waktuku yang hanya 3 hari dengan mencari sesutu yang tidak terlalu penting,nanti sajalah pikirku.

Hah! aku sangat tidak sabar untuk segera bertemunya, dan sangat deg-degan karena sekalian aku akan melamarnya. Aku kirim bbm supaya dia segera untuk keluar rumah. Dia sedikit bingung,tetapi tidak lama dia keluar rumah dengan muka habis bangun tidur hahaha aku kangen sekali melihat dirinya seperti itu. Dia terkaget melihat aku sudah berdiri didepan rumahnya. Dia langsung menyuruhku untuk segera masuk kerumahnya. Dia izin sebentar untuk membersihkan diri. dan tidak lama kemudian, ayahnya datang dan aku sedikit ngobrol dengan beliau,tapi dari obrolan yang aku tangkap kenapa aku merasa ada yang aneh.

Wah! dia terlihat cantik sekali setelah berdandan dan mengenakan pakaian yang indah. Aku segera saja memeluknya dan mencium keningnya, tetapi kenapa paras wajahnya terlihat tidak senang? aku semakin bingung. Setelah melepas kangen,aku segera memberi tau apa maksudku datang ke rumahnya hari itu. Aku bilang bahwa aku tidak ingin kehilangan dirinya,dan kau akan melamarnya. Ada sedikit mimik terkejut dan sedih di wajahnya,entah kenapa. Saat aku mengeluarkan cincin dan ingin segera memasangkannya di jarinya, dia tidak mau. Nah! aku bingung sekali. Aku paksa agar dia memberi jari manisnya dan akan segera aku pasangkan cincin itu. Saat aku ingin memasangkannya,aku melihat telah ada cincin yang melingkar di jari manisnya,saat itu aku hanya berpikir bahwa itu cincin yang iya kenakan untuk memperindah jarinya,tapi saat aku amati ada inisial huruf yang bukan inisial namanya. Aku bertanya itu inisial siapa.

Kebingunganku bertambah setelah dia menangis. Loh? ini kenapa? Saat itu juga aku bertanya ada apa sebenarnya. Dan dia menjelaskan semua yang telah terjadi. JEDAR!! aku bagaikan tertiban ribuan gedung pencakar langit. Dia menjelaskan bahwa dia telah dijodohkan sekaligus tunangan dengan anak sahabat ayahnya. Aku marah sekaligus menangis. Mengapa semua ini terjadi? apa salahku? Dia pun tidak bisa menjawab. Segera aku meninggalkan rumah itu,berlari. Dia terus menangis dan ingin mencegahku agar tidak pergi. Tapi semua sudah terlambat. Cincin itupun telah aku lempar entah kemana. Saat itu aku hanya ingin segera balik ketempat dimana aku jauh darinya.

Aku telah balik,dan telah jauh. Jauh sekali dari dirinya. Tidak ada kontak dengannya lagi,aku merasa sudah ditipu. Sebulan kemudia,dia meneleponku untuk hadir dalam pemberkatan pernikahannya,sambil nangis dia berbicara tapi aku tidak tanggapi. Aku bilang aku sudah tidak bisa bertemu dengannya,walaupun dia memaksa. Aku ini bukan orang bodoh yang datang ke pemberkatan pernikahan pacarnya sendiri pada waktu itu. Entah aku harus bagaimana lagi,ini semua terjadi atas kehendak ayahnya yang saat itu tidak merestui hubungan kami yang pada akhirnya dia dijodohkan oleh anak sahabatnya.

Kini aku bagaikan anak ayam kehilangan induk, bingung, sendiri dan tak tau harus berbuat apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s