Darinya, teruntuk Aku.


Aku melangkah ke dalam kelas, duduk bersandar. Memperhatikan sekitar dan terlihat sepucuk surat. Iya, surat entah dari siapa. Aku buka dan aku membacanya. Ini isi suratnya.

“Jakarta, 10 Agustus 2012

Kamar Hati Seorang Wanita.

Teruntuk…kamu, Sang Penjegat Hati

Hai, iya..iya kamu yang sedang membaca surat ini. Tahukah kamu, Aku ini pengagum rahasia dirimu. Telah lama ingin sekali aku menyapa dirimu, tetapi apa daya aku tak punya keberanian untuk mengungakapkannya.Jangankan menyapa, sekadar untuk melihat dirimu saja, aku merasa malu hihi aku itu memang pemalu.

Pertama melihat dirimu, aku bagaikan terbuai oleh rayuan denting piano yang dimainkan oleh seorang pianis kenamaan. Memang ini terdengar sangat berlebihan,tetapi itulah yang aku rasa. Wajahmu menyapa lembut setiap kali aku melihat dirimu. Iya,Wajahmu yang telah diukir begitu indah oleh Tuhan sehingga aku saja bingung pertama kali melihatmu. Bagaimana bisa? malaikat,tetapi tidak bersayap? Haha

Entah aku harus bagaimana lagi. Aku terlalu banyak memikirkanmu sehingga kamu lah yang selalu hadir dibayanganku setiap aku sedang termenung. Bayangan dirimu itulah penyemangat aku dikala aku sedang merasa tidak ada artinya. Aku tahu,ini sangat tidak masuk akal. Kamu belum kenal aku dan aku hanya kenal kamu sebatas pengelihatanku saja.

Walaupun hanya sebatas itu, tetapi aura dirimu merasuk dan membuatku ingin sekali berkenalan dengan dirimu. Dirimu yang telah menjadi mimpi indah dalam lelapku. Apa yang sedang aku rasa,mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Cinta yang membuat orang menjadi ‘gila’ iya ‘gila’ seperti yang sekarang ini aku rasakan.

Aku tidak tahu apa yang sedang kamu rasakan saat membaca surat ini, kamu pikir pasti aku ini adalah wanita yang ‘lucu’ haha ‘lucu’ dalam arti kata,bagaimana seorang wanita menyatakan perasaanya kepada seorang pria? Tetapi inilah yang sedang aku rasa. Aku tidak peduli orang berkata apa nanti jika tahu aku mengirimkan surat hati ini kepada kamu.

Dan….inilah diriku

melihatmu bagaikan bernafas dalam ketenangan. menyentuhmu bagaikan menggapai semua impian. engkaulah cahaya yg menyinari kegelapan hati. engkaulah secercah sinar pelengkap hidupku.
engkau tahu, bahwa diriku selalu merasa dalam dekapan apabila melihat senyummu. iya,senyummu. senyum yg menggetarkan jiwaku. jiwaku dan jiwamu bersatu menciptakan cinta. cinta dua hati yg padu menjadi satu

Love. Pengagum Dirimu”

 

Entah, aku tidah tahu siapa pengirim surat ini. Indah dan sungguh cantik kata yang tertulis. Aku tertegun setelah membaca surat ini. Hahaha surat ini begitu indah. Aku yakin, yang mengirimkan surat ini-pun sama cantiknya dengan tulisan ini. Kamu, iya kamu. Terimakasih telah menjadi pengagum rahasia-ku. Aku harap, kau nampak pada kehidupanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s