Teruntuk kau.


Teruntuk kau, wanita yang kelak menjadi istriku dan ibu bagi anak-anakku. Aku juga tidak sedang mencarimu. Tetapi aku sedang mencari calon bidadari Surga untukku. Aku tahu tugasku. Aku berusaha memperkuat imanku, agar aku siap untuk menjadi imam yang baik untuk keluarga kita kelak. Aku terlalu sering menitipkan pesan untukmu melalui Tuhan, dan aku selipkan beberapa aksara indah untuk melelapkan malam-mu

Aku selalu menyebut namamu, di dalam doa-doaku. Bermainlah ke dalam alam mimpiku, ketuklah kelopak mataku, agar aku sadar kau memang ada untukku.

Selamat memejam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s