Kepada Perintis Kata.


Gambar

 (pict from Google)

Lembar demi lembar aku buka. Goresan tinta yang menyayat kertas aku pahami. Menyelam kedalam kata. Sadgenic. Itulah yang aku baca saat aku membuka lapisan pelindung kata. Kata-kata yang indah bertebaran bagaikan serbuk peri. Indah. Bermain dengan kata. Kepada kata-lah aku bermain dengan sedikit adukan coklat panas.

Kumpulan Kata ini sangat membuatku ingin lebih menyelami sampai kedasar. Karena kumpulan kata ini lah aku dapat mencintai kata-kata. Ah, sungguh aku mencintai kata, walaupun aku tak yakin kata-kata itu ingin dipermainkan olehku.

Gambar(pict from Google)

Banyak kata-kata yang ingin aku sampaikan dan terwakilkan dalam kumpulan kata ini.

“Dan selanjutnya, biarkan Tuhan yang melukisnya, entah di kanvas yang sama, atau tidak.” –Sadgenic

“Kamu adalah pertama, yang membuat kedua dan ketiga menjadi tidak ada” –Sadgenic

“Kalau kamu datang, tolong jangan pergi lagi. Aku lelah menjaga pintu”- Sadgenic

“Yang unik itu ketika kita sama-sama tertawa, bahkan bukan untuk sesuatu yang lucu. Tapi kala kita bersama.” –Sadgenic

Ah masih banyak yang aku ingin sampaikan, terutama kepada perintis kata-kata. Rahne Putri menjadikan kumpulan kata indah ini seolah bersuara untuk segera dibaca goresan tintanya.

                                                                                                                      – Raindy Abiseka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s