Sudah banyak serbuk kekeliruan yang aku tanam. Walaupun kuncup bunga merekah,terik mentari yang menyusup pori-pori dan hembusan angin malam menghampiri raga, aku masih harus banyak mengasah menarikan kata. Tak mudah memahami pahatan kata yang kau buat, sungguh pahatan kata yang begitu apik. Kau memang bukan pemilik waktu, tapi kau yang mengingatkanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s