Pedih.


Secangkir kopi pagi ini, pahit
Pahit yang menggelantungi bahuku
Sembab yang bersandar pada mataku
Melepaskan air mata dan membawa segala pedihku
Pedih
Pedih yang selama ini aku takuti
Bercermin pada masa lalu
Sebuah firasat menjawab sudah
Tak ada lagi senyum sapa dan suara lembut yang mengantarkanku untuk memejam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s