Gelak tawa tak terdengar lagi.

Senyuman hangat tak terlihat lagi.

Genap setahun sudah aku meninggalkan rumah keduaku.

Rumah yang telah aku huni selama 3 tahun.

Terlalu banyak goresan tinta yang menggores kertas putihku, baik emas maupun hitam.

Setahun yang lalu, merupakan gerbang bagiku.

Hingga saat ini aku rindu menapakan kaki pada rumah keduaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s