Sesederhana itu.


Gambar

(Pict From Google)

Ketika langit tak mampu menampung hujan. Ketika matahari tak mampu menampung sinarnya. Dan ketika aksara tak  mampu menampung rindu. Sudah banyak senja yang kau lewatkan di kota ini. Memang, tidak begitu indah, mengingat kota ini hanya diisi oleh menjulangnya gedung-gedung itu.

Ah, tetapi aku tidak perduli jika aku hanya merasakan senja dibalik gedung tinggi itu.  Pun saat aku tidak bisa melihat indahnya warna jingga. Aku cukup membayangakan kau ada di sampingku dan kita melukis kata bersama.

Sesederhana itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s