Kesal. Huh.


Kesal. Itulah perasaanku saat itu.

Jika ditanya kenapa, mungkin aku bisa jelaskan sebentar. Oh sini-sini masuk, dan silahkan duduk. Aku telah menyiapkan dua cangkir teh hangat dan sedikit camilan untuk kita.

Jadi begini. Kamu tahukan waktu itu sekitar tahun 2011, Facebook ada pada masa kemegahannya. Ya aku pada masa itu juga memiliki akun Facebook. Bahkan saat itu akun Facebookku telah memiliki banyak teman. Aku lupa berapa teman maya yang aku punya saat itu, kamu mau memaafkannya, kan? Oh iya, itu tehnya diminum, nanti keburu dingin dan ini camilannya silahkan dimakan.

Aku lanjut ya. Saat itu aku sedang membuka akun Facebook dan aku Chatting dengan teman mayaku. Seru sekali ceritanya. Tetapi aku tidak bisa menceritakan apa yang dia ceritakan kepadaku. Maaf🙂 Aku lagi seru sekali bercerita, sampai pada akhirnya aku disuruh log in pada laman Facebookku. Apa? bukannya aku sudah log in, ya? Ya buktinya aku sudah bisa kok Chatting dengan temanku itu.

Aku mencoba untuk log in kembali, ternyata tetap tidak bisa. Setelah itu aku mengirimkan pesan singkat kepada temanku yang sedari tadi Chatting denganku untuk tolong lihatkan profil pada Facebookku. Dan ternyata, di sana bukan lagi namaku yang terpampang, melainkan sebuah nama Online shopping. Wah, aku sangat terkejut. Ternyata akun Facebookku terkena Hack. Ternyata bukan hanya akun facebookku saja, melainkan e-mailku juga. Lelah dengan orang yang seperti itu. Ingin mendapatkan banyak pelanggan online shop-nya, tetapi dengan cara yang tidak benar.

Sebenarnya kasus aku ini termasuk CyberCrime. CyberCrime adalah istilah untuk kejahatan pada komputer atau jaringan komputer sebagai alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan.

Image

(Pict From Google)

Oh aku juga pernah jadi korban plagiarisme. Jadi salah satu tulisanku pernah dimuat dalam blog seseorang tanpa sepengetahuanku dan tidak ada info tentang diriku pada blognya dia. Huh. Hal itu juga termasuk dalam cybercrime, loh.

Bisa saja jika aku memperpanjang kasus tersebut. Karena Cybercrime ini ternyata sudah ada undang-undangnya. Dan telah tertera pada pasal 27. Kurang lebih isinya seperti ini.

Image

(Pict From Google)

| Pasal 27
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Tindak Pidana dalam Pasal 27 ini mengatur mengenai larangan
dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik terhadap 4 muatan atau substansi yakni : (1) muatan yang melanggar kesusilaan (2) muatan perjudian (3) muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan (4) muatan pemerasan dan/atau pengancaman |

Nah, jadi itu pasal mengenai CyberCrime. Contoh CyberCrime yang lain pun banyak. Tidak hanya hack atau plagiarisme saja, melainkan pornografi, penipuan lelang online dan lain-lain.

Jadi kamu pernah mengalami hal seperti aku ini tidak? Semoga saja tidak, ya. Eh iya itu tehnya sudah mau habis, pun camilannya. Mau aku tambahkan? Jika tidak, itu ceritaku tentang pengalamanku menjadi korban Cybercrime. Jadi kamu sudah tahukan mengapa aku kesal?

Jika itu pengalamanku, coba kita lihat pengalaman temanku yang satu ini  Bagaimana ya?

Oh iyaaaa, Pasal-pasal di atas dan sebagian penjelasannya, aku dapat dari oom ini

Terima kasih, oom🙂. Dan terima kasih untuk kamu atas waktu singkatnya telah mendengarkan ceritaku. Lain kali, mampir lagi. Nanti akan aku suguhi camilan yang lebih enak🙂

Raindy Widura Abiseka

15512958

Cybercrime sendiri memiliki karakteristik unik yaitu :

  1. Ruang lingkup kejahatan
  2. Sifat kejahatan
  3. Pelaku kejahatan
  4. Modus kejahatan
  5. Jenis kerugian yang ditimbulkan

– See more at: http://www.zainalhakim.web.id/apa-itu-cybercrime.html#sthash.kuBuF06Z.dpuf

Cybercrime adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. – See more at: http://www.zainalhakim.web.id/apa-itu-cybercrime.html#sthash.DGDFjuD9.dpuf
Cybercrime adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. – See more at: http://www.zainalhakim.web.id/apa-itu-cybercrime.html#sthash.DGDFjuD9.dpuf
Cybercrime adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. – See more at: http://www.zainalhakim.web.id/apa-itu-cybercrime.html#sthash.DGDFjuD9.dpuf
Cybercrime adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. – See more at: http://www.zainalhakim.web.id/apa-itu-cybercrime.html#sthash.DGDFjuD9.dpuf
Cybercrime adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke – See more at: http://www.zainalhakim.web.id/apa-itu-cybercrime.html#sthash.DGDFjuD9.dpuf

2 thoughts on “Kesal. Huh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s