Sampaikan terima kasihku padanya, Nona.


Image

(Pict From Google)

Teruntuk nona pengoleksi buku.

Nona, rak buku yang menggantung pada dinding itu sangat indah. Kamu taruh semua buku-bukumu. Kamu tata sedemikian rupa sehingga buku-buku itu terlihat seolah memanggil untuk segera dibaca dan dimainkan oleh jemari. Saat kamu mengambil satu buah buku, deretan buku yang lain terlihat sedih. Seolah mereka ingin tetap bersama. Tetapi itu tidak membuat mereka lama bersedih, karena setelah kamu selesai membaca salah satu dari mereka, kamu langsung menaruh dan merapatkan mereka kembali.

Nona, mengapa sekarang lambat laun buku-buku itu kamu pindahkan ke rak yang lain? Apakah rak buku sebelumnya sudah terlihat usang dan tidak indah lagi? Apa kamu sudah bosan? Rak buku yang dulu indah dan menempel pada dinding itu sekarang mulai berdebu. Bahkan saat jemari menyentuhnya, terlihat tanda jari yang menempel padanya.

Aku dengar, ada rak buku lain yang membuatmu terpesona sehingga kamu memindahkan semua bukumu ke sana. Apa benar, nona? Oh, rak buku mana lagi yang membuatmu terpesona sehingga kamu mengganti rak buku lamamu? Bisa tolong perlihatkan kepadaku? Pasti rak buku itu lebih indah dan bisa memuat lebih banyak buku daripada rak buku lamamu. Jika iya, aku berjanji mengucapkan terima kasih. Terima kasih untuk kekuatannya memuat banyak buku dari pada rak buku lamamu.

Tetapi, kamu tidak memperlihatkan rak buku barumu kepadaku. Kenapa, nona? Apakah kamu takut aku terlihat bodoh dihadapannya? Atau ada alasan lain, nona? Tolong jelaskan.

***

Hai, nona. Aku sudah tahu rak buku barumu! Bukan, bukan karena kamu yang mengenalkannya kepadaku. Tetapi barusan aku mengintip dari balik celah di sana. Aku sedikit terkejut melihatnya. Aku tidak ingin menjelekannya. Sama sepertiku dulu, dia terlihat indah dengan menggantung pada dinding dan deretan buku di atasnya. Oh tetapi nona, kenapa aku harus mengetahuinya sendiri?

Nona, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih seperti janjiku di atas. Dan aku mengucapkan selamat karena dia telah terpilih olehmu. Semoga jika nanti bukumu bertambah, kamu tidak memindahkan semua bukumu ke rak yang baru. Tetapi kamu biarkan buku-buku itu di rak lamamu dan kamu taruh buku baru pada rak lainnya. Dan rak lainnya itu hanya sebuah rak biasa yang tidak akan membuatmu berpaling dari rak bukumu saat ini. Selamat memejam, nona.

Aku. Rak buku usang, lamamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s