Ketika Internet digunakan oleh semua usia.


 “Loh, loh. Kamu sedang buka apa, dik?” Tanyaku kepada adik. “Aku sedang buka twitter, kak” jawab adikku.

Adikku itu adalah Maria, seorang anak perempuan berusia 8 tahun.  Tidak dapat dipungkiri memang, di zaman seperti ini, anak-anak mudah dalam  mengakses internet. Telah banyak contoh yang ada, salah satunya adalah adikku, Maria.

Maria yang berusia 8 tahun, kelas 3 Sekolah Dasar, dapat menggunakan internet dengan baik. Bahkan, ia telah memiliki akun social media. Sangat berbeda jauh sekali waktu aku seumuran dengannya. Haha iya, waktu zaman aku seumuran dengannya aku bahkan belum tau apa itu internet. Ya, jauh beda sekali dengan adikku ini.

Tetapi masalahhnya, apakah anak seumuran Maria, seorang anak Sekolah Dasar sudah boleh menggunakan internet? Coba kita lihat sekaligus dengan penjelasannya yuk!

USIA 4 S/D 7 TAHUN

Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-

USIA 7 S/D 10 TAHUN

Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pulalah anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tak berarti tanpa adanya partisipasi dari orang tua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian. Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Pada masa ini, fokus orang tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet.

USIA 10 S/D 12 TAHUN

Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orang tua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orang tua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca buku. Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh.

Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.

USIA 12 S/D 14 TAHUN

Inilah saat anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Bagi yang menggunakan Internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan online chat (chatting). Tekankan kembali pada kesepatakan dasar tentang penggunaan Internet di rumah, yaitu tidak memberikan data pribadi apapun, bertukar foto atau melakukan pertemuan face-to-face dengan seseorang yang baru dikenal melalui Internet, tanpa sepengetahuan dan/atau seijin orang tua.

Pada usia ini anak-anak harus sudah memahami bahwa faktanya seseorang di Internet bisa jadi tidaklah seperti yang dibayangkan atau digambarkan. Anak pada usia ini juga sudah saatnya mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Sangatlah alamiah apabila seorang anak mulai tertarik dan penasaran dengan lawan jenisnya. Mereka akan mencobamelakukan eksplorasi untuk memenuhi rasa ketertarikan dan penasaran mereka. Dalam masa ini, orang tua harus waspada terhadap apa yang dilakukan anaknya. Orang tua tidak harus berada di ruangan yang sama dengan sang anak ketika anak tersebut tengah menggunakan Internet.

Masa ini merupakan masa yang tepat bagi kebanyakan orang tua untuk bercerita dan berbagi informasi tentang hal-hal seksual kepada anaknya. Tetapi di sisi lain, pemasangan software filter secara diam-diam ataupun tanpa persetujuan sang anak, bisa berdampak pada timbulnya resistansi sang anak kepada orang tua.

Lebih dari 9 juta pengguna internet di Indonesia atau sekitar 28% dari seluruh pengguna internet di negeri ini adalh mereka yang berusia di antara 25 sampai 30 tahun. Kelompok inilah yang disebut juga sebagai Digital Natives, yang membentuk tren yang terjadi di dunia maya.

Di Indonesia, pengguna internet dari kalangan Digital Natives umumnya senang mengunjungi situs portal berita dan hiburan. Per 16 Mei 2011, pengguna internet dominan lain di Indonesia adalah dari kalangan usia 21 sampai 24, usia 35 sampai 40 kemudian usia 31 sampai 34. Pengguna berusia 15 sampai 20 tahun berada diposisi berikutnya. Adapun presentase jumlah pengguna internet paling sedikit berasal dari usia 51 sampai 54 tahun.

Oh, jadi di usia Maria pada penjelasan di atas, Maria memang sedang mencari kebebasan lebih dari orang tua. Dan memang, Maria sedang gemar-gemarnya mencari informasi dan kehidupan social di luar keluarga mereka. Tetapi, harus tetap dalam pengawasan orang tua atau oarng yang lebih dewasa.

Ohiya, ini ada tulisan temanku mengenai Aspek psikologis pengguna internet, aspek demografis pengguna internet sesuai gender, aspek demografis pengguna internet sesuai pendapatan dan aspek demografis internet sesuai budaya.

Dan aku juga dapat refrensi dari oom ini dan oom ini

Sudah ah, aku ingin mengawasi Maria lagi. Dia sedang mention-mentionan dengan temannya membahas tugas sekolahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s