Bukan salahmu.


Image

( Pict From Google )

“Ternyata kamu tidak datang. Aku telah membukakan pintu dan hanya semilir angin yang menyapa. Debu mendampingi dedaunan kering yang melekat padanya. Teras rumahku pun wajar adanya. Tak nampak jejak hadirmu. Sudah, tidak perlu meminta maaf. Aku hanya menyediakan rumahku, jika kamu tidak datang, bukan salahmu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s