Tintaku habis. Penaku pun tak berguna. Kertas tak lagi berbicara.

Awan kelabu tergantung pada kaki langit. Menenggelamkan matahari yang mencoba bertahan.

Seketika dingin menyelinap. Meninggalkan basah pada tanah.

***

Habis air yang menyapa. Matahari kembali tertawa.

Goresan warna terlihat pada sudut. Lambaian pelangi memulai hari.

Hingga ku dapati tintaku kembali. Penaku menari. Kertas menyanyikan puisi.

Semestaku bercerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s