Kau baik sekali.

Kau telah membisikan arti cinta kepadaku.

Tapi biarlah aku berpesta dengan kesendirianku.

Tak perlu kau risaukan.

Pun aku sedang bersusah payah meratapi jarak dan menghitungnya.

Menampung rindu dan membiarkannya meluap.

Aku harap kau tak begitu.

Biar cinta yang berbicara. Apakah ia setia, atau mendua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s