Sudah, sudah. Entah apa yang ada dipikiranmu.

Aku tahu, ada beberapa kepala yang menjadikan cinta sebagai tangannya.

Membiarkan tangan-tangan itu menjamah setiap bagian pada tubuh.

Hingga akhirnya berhenti dan melepasnya.

Berhenti karena tangan itu kini menggenggam pecahan kaca yang kau bawa semalam.

Darah yang mengalir pun hanya sebuah perhiasan.

Kau tetap  berjalan meskipun sisa-sisa darah itu mengikuti kemanapun kau pergi.

Dan pada akhirnya, kau membasuhnya.

Kini, tinggalah anyir yang menghampiri.

Kau tak perduli.

Karena tanganmu telah kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s