Bisikan Kepadaku.


Di sini sudah malam.

Penerang malam telah menampakan seyumnya.

Aku tahu angin yang berhembus dan berbisik itu.

Ia mungkin hanya ingin menyapa, dan bertanya apa itu cinta.

Tak perlu tergesa-gesa dalam memaknai cinta.

Aku bukan pujangga cinta .

Biar saja.

Biar saja mereka memaknai bersama hembusan angin yang membelai jemari.

Sudah. Tak perlu kau pikirkan.

Jika nanti kau telah merasakan dan menemukan jawaban, bisikan kepadaku.

Bisikan kepadaku, apakah ia nyata atau hanya buaian belaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s