Surat Berhijab.


Bismillahirahmanirahim. Segala puji dan syukur saya panjatkan… *Ngoengg, kelindes sepeda*

Jadi gini, di twitter saya lagi rame tentang surat terbuka. Mungkin suratnya belom dapet hidayah, jadi masih terbuka. Maka, izinkanlah saya untuk menulis surat berhijab.

*TEBAR-TEBAR POTONGAN KERTAS WARNA-WARNI*

SMAN 3 Jakarta. Boleh dibilang merupakan tempat lahir saya. Kenapa? Karena saya memang telah ingin menjejakan kaki di sana sejak saya masih SMP. Tidak perlu ribet memilih SMA, pikir saya. Toh nanti sama-sama pake baju putih-abu-abu.

Jika kalian tahu alasan saya memilih menjadikan SMA 3 sebagai tempat saya belajar, mungkin kalian akan tertawa. Alasan saya karena SMA 3 merupakan sekolah favorite dan sekolah artis. Kalian tau Jason Mraz, Bruno Mars, bahkan Queen Beyonce? Nah mereka itu penyanyi. Bukan. Bukan alumni SMA 3. Se-simple itu.

Jadi, begini….

Di tempat ini, saya menghabiskan 3 tahun dengan sangat penuh kecerian. Tapi tidak jarang teselip kesedihan. Seperti saat ingin tes TOEFL saya harus memanjat pagar karena saya telat. Ya, itu merupakan kesedihan menurut saya, karena anak baik macam saya mana mungkin manjat pagar? Oke, maaf.

Tahun pertama, saya masih sangatlah polos. Dengan masih mengenakan seragam putih-biru, tergantung di dada lambang SMA 3 yaitu bunga tulip beserta foto dengan lipstik hijau dan merah tidak ketinggalan gelang-gelang yang memenuhi kedua belah tangan.

‘Acicole acicoleta acicampe’em acem acem acem, huh’ bagi sebagian kalian, pasti ingat dengan jargon itu. Semua siswa yang baru masuk, pasti akan mengumandangkannya. Termasuk Nikita Willy. Iya, Nikita Willy. Orang yang pertama ditanyakan ketika seseorang menanyakan asal SMA saya. “Oh lo anak 3? Kenal Nikita Willy, dong?” Terus saya jawab “Oh Nikita Willy yang kenal saya.”

Di tahun ini, saya menemukan teman saya yang sangat cerdas. Disaat ia akan membeli mie yamin bude bersama seorang temannya, karena gak mau ribet, jadilah 2 mie yamin dijadikan 1. Nah, kemudian terjadi percakapan.

“Eh lo biasanya sambelnya berapa sendok?” Tanya (sebut saja) Bunga.
“6 sendok” Jawab (sebut saja) Bangke. Lalu Bunga pun nyaut
“Gue juga biasanya 6, yaudahlah, jadi 12 sendok”.
Akhir kata, Bunga dan Bangke inipun masuk ruang ICU. Nggak deng :))))

Tahun kedua saya sudah menjadi anggota Social. Iya, saya anak IPS. Ikatan Pelajar Sukses. Aamiin. Hidup anak IPS benar-benar penuh dengan bersosialisasi. Yep, bersosialisasi dengan mengunjungi kelas-kelas lain, mengunjungi orang-orang koperasi dan kantin saat jam pelajaran berlangsung bahkan mengunjungi satpam hanya sekadar untuk bercakap-cakap lalu gak lama kemudian udah di depan pagar sekolah aja. Oh, anak IPA juga untuk yang satu ini. *Ditendang*

Oh yes! Di tahun ini saya sekelas dengan seorang murid yang cubanget! Di saat pelajaran sedang berlangsung dan guru sedang menerangkan, dia tidur ajadong di kolong meja. Jangan sedih, dia udah sedia pulpen sebelum kena marah. Untuk apa? Ya untuk alasan dong kalo ditanya guru ngapain dia di kolong meja. Kurang lebih seperti ini.

Guru: “Heh yang di sana, ngapain kamu di kolong?”
Murid: ” ini bu, ngambil pulpen yang jatoh” *sambil nunjukin pulpen yang telah ia siapkan*

Saya gak akan nyebut nama, tapi yang pasti, teman saya ini finalis abang none selatan 2014. *KEPROK TANGAN*

Tahun ketiga saya masih menjadi anak yang gemar bersosialisasi. Oh di tahun ini bukan hanya belajar biasa aja di kelas, tapi ditambah bimbel BTA. Jangan sedih, iuran di tahun ketiga ini lumayan kalo buat belanja di Pull&Bear. Dapet lah jeans sama kaos. Indah, bukan?🙂

Cielah anak kelas XII. Seragam anak kelas XII biasanya udah mrecet-mrecet nih. Bukan, bukan karena gak muat. Emang pada dikecilin aja. *mingkem*

Di tahun ini sih yang bikin sedih. Secinta-cintanya saya di SMA 3, cukup 3 tahun sahaja.

Kehidupan selama 3 tahun saya gak se-simple alasan saya untuk masuk SMA 3. Nggak kelar dong kalo saya ceritain semua. Kehidupan SMA saya, kurang lebih sama lah dengan kalian. Oh mungkin bedanya ya itu tadi. Kabar saya jarang ditanyakan, lebih sering ditanya kabar kakak Niki. (((Kakak Niki))).

Eh tapi sebentar. Belakangan ini, nama SMA 3 lebih sering diperbincangkan. Entah, saya tidak akan membahasnya. Setau saya, SMA 3 itu SMA Teladan. Teladan, Tiga, Teladan.

Oh ini yang bikin saya kesel kalo nulis tentang SMA. Banyak yang mau diceritain, tapi males ngetiknya. Saya butuh joki. Mungkin yang biasa diri di pinggir jalan Sudirman bisa membantu saya. *salah joki, itu joki 3 in 1* itu joki apa kopi kapal api susu? Kok 3 in 1?

MAAFKAN SAYA SAUDARA-SAUDARA!!!!

Udahlah. Btw kalian udah bayaran iuran belom? Ini nih yang seru, kalo yang belom bayaran pas mau uts atau uas, gak bisa dapet legitimasi. Ujung-ujungnya pake kertas kuning. :)))

1 lagi. SURAT KUNING KALIAN UDAH ADA BERAPA LEMBAR, GAES? GAES? KOK KABUR?

Akhir postingan, cukup sekian dan terima kiriman parcel dan kue kering untuk lebaran.

JAYA-JAYALAAAH SMA TIGA, UNTUK SLAMA-LAMANYAAA~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s