Cerita Yang Bercerita.


Hidup memang tidak semudah mencari-cari kesalahan orang lain. Pun hidup tidak semudah memberikan ‘love’ di Path. Untuk itu, saya menghargai hidup dan orang-orang yang telah mengajarkannya kepada saya.

Saya beruntung mengenal dia. Seseorang yang rela berkorban dan penuh tanggung jawab. Dan dia merupakan ‘guru’ saya.

Perkenalan saya dengannya berawal hanya sebatas saya tahu dia, dan dia tidak tahi saya. Awalnya, saya menganggap hanya sebatas ketua dan anggota. Tidak lebih. Tetapi, semesta punya caranya sendiri. Semesta ingin saya belajar banyak darinya.

Awal perkenalan, dia sudah banyak cerita kepada saya. Bagaimana seseorang yang baru kenal, tetapi dia sudah banyak cerita? Mungkin itu pertanda jika dia sepaham dengan saya. Pikir saya waktu itu.

Hari demi hari, semakin sering saya bertemu dengannya karena memang kami sering meeting bersama. Saya semakin intens dengannya. Telah banyak cerita yang ia sampaikan kepada saya.

Saya semakin merasa bahwa kami satu pemikiran. Dan ternyata itu benar. Dari cerita yang ia sampaikan, kami mempunyai beberapa persamaan. Jika kalian bertanya-tanya siapakah dia, maka dia adalah Nur Aini Sekar Putri Mentari.

Kak Ajeng. Begitu saya menyapa-nya. Seorang anak perempuan yang ambisius dan kharismatik. Mempunyai jiwa kepemimpinan yang penuh tanggung jawab. Mempunyai ide-ide brilian dan rela berkorban untuk kepentingan bersama.

Dia adalah mantan ketua BEMF Psikologi di mana saya kuliah. Baru saja ia melepas masa jabatannya.

Sudah tidak ada lagi rasa canggung seperti saat awal-awal saya mengenalnya. Dia adalah kakak saya. Telah banyak yang dia ajarkan kepada saya baik langsung maupun tidak langsung.

Ada sedikit rasa penyesalan kenapa tidak dari dulu saya mengenalnya. Memang, penyesalan selalu datang di akhir.

Kami sering bertukar cerita. Baik itu tentang perkuliahan, bahkan sampai hal yang pribadi sekali pun. Seperti tentang percintaan dan keluarga. Hubungan saya dengan dia memang sudah sangat dekat.

Sebagai seorang kakak, dia sangat perhatian. Bukan saja kepada saya, melainkan kepada banyak orang. Jika kata orang Jawa, dia itu ‘ngemong’.

Suatu ketika, kami sedang membahas acara kami disebuah tempat jajan. Dan tiba-tiba datanglah, maaf, waria mengamen. Kami berdua langsung lari ke dalam. Oh iya, saat sedang berdiskusi, kami berada di luar. Ternyata dia memiliki ketakutan yang sama dengan saya. Bagi saya, ini lucu. Hehe.

Lain ceritanya saat kami sedang survei tempat ke daerah kota tua. Saat ingin membeli tiket commuter dari stasiun Jakarta Kota, saya dan dia antri sangat panjang. Tiba-tiba datanglah satpam dan bertanya kami hendak ke mana. Lalu kami jawab, Depok. Dan satpam itu bilang lagi jika kami salah antri. Loket yang sedang kami antri itu loket khusus kereta luar kota.

Banyak sekali hal-hal yang bagi kami konyol. Entah itu saya yang mengalami, dia ataupun kami. Jika saya tulis, saya rasa tidak akan selesai.

Kak Ajeng, 8 Juli lalu kakak berulang tahun. Sudah 22 tahun kakak menuliskan kisah hidup kakak. Sudah banyak orang yang menjadikan kakak inspirasi-nya termasuk saya.

Maaf, tidak ada yang bisa saya berikan, selain doa yang tulus dan tulisan ini. Saya selalu ingat bahwa tidak penting seberapa jauh kita berada, doa akan selalu menjadi jembatan untuk kita.

Kak Ajeng. Cepat selesaikan skripsi-mu. Pakailah toga dan bawa harum nama keluarga. Ingat, di ujung sana sudah ada yang menunggumu. Seseorang yang sering kamu ceritakan🙂

Kak Ajeng. Jangan lupa terus doakan kami, para adikmu. Biar kami mempunyai jiwa yang tangguh seperti anda. Jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab yang besar. Jiwa rela berkorban untuk sesama.

Kak Ajeng. Terima kasih telah memberikan banyak cerita. Memberikan banyak pelajaran. Memberikan banyak waktunya untuk kami.

Sekarang saatnya Kakak fokus untuk masa depan kakak. Bekerja sebagai wanita karir, mempunyai EO, dan tinggal di luar negeri untuk nantinya kembali dan membawa banyak pelajaran baru untuk kami. Bukan begitu, kak?

Satu lagi, kak. Hidup terlalu singkat untuk memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan.

Sekarang, saya hanya ingin bilang bahwa saya sangat sayang kepada kakak.

Jangan pernah lupakan kami, para adikmu. Para pasukan bodrex🙂

With love, R. Widura Abiseka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s