Ketika lelah tak akan berarti.
Ketika malam pun enggan beranjak berganti dengan pagi.

—–

Kepada wanita yang akan berada 1 shaf di belakangku.

Saat ini aku tak tahu siapa dirimu.
Mungkin kita sudah saling mengenal.
Atau mungkin kita belum pernah mendengar nama masing-masing dari kita sekalipun.

Siapapun dirimu nanti, aku harap aku bisa membawamu untuk menjadi bidadari surgaku.

Siapapun dirimu nanti, aku harap aku menjadi bahu untuk bersandar saat kamu lelah.

Siapapun dirimu nanti, aku harap aku menjadi orang yang terakhir mengecup keningmu disaat kau terlelap.

Kepada pelengkap malamku.
Pada saat aku berjabat tangan dengan ayahmu nanti, aku telah yakin bahwa kamulah yang diturunkan Tuhan untuk meng-amin-kan semua doa-doa kita.

Kamulah yang akan menjadikan keluarga kecil kita menjadi lengkap dengan kehadiran anak-anak kita kelak.

Kamulah yang akan menjadi makmum-ku beserta anak-anak kita. Dan aku akan menjadi imam, baik dalam shalat maupun keluarga.

Kepada penghapus lelahku.
Biarkanlan saat ini aku berusaha untuk mewujudkan cita-citaku.

Biarkanlah saat ini aku membangun semua mimpiku.

Biarkanlah saat ini aku berdoa agar Tuhan segera mempertemukanku denganmu.

Semoga Tuhan tidak lelah mendengar semua doa-doaku.

—–

Jakarta, 10 Maret 2015.
-Abiseka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s