Dua Puluh Satu.


Kamis, 13 Oktober 1994.

Matahari berganti peran.
Awan enggan beranjak.
Langit membawa hujan.

***
Seorang wanita memperjuangkan hidupnya untukku. Di antara rasa sakit, terdapat rasa haru ketika tangis pertama keluar dari mulut mungilku. Ya, wanita itu yang saat ini kusebut dengan “Mama”.

Adzan terdengar di ruang persalinan. Seorang pria melafalkannya dengan haru yang tertahan. Rasa syukur beriringan dengan kebahagian. Seorang pria itu yang kini kupanggil “Papa”.

Seorang anak laki-laki yang kini telah dewasa. Memang, belum banyak pengalaman hidup yang ia temui. Tetapi, sedikit banyak ia telah mengerti apa arti hidup. Dan ia adalah, aku.

***

Sudah berapa lama kau hidup di dunia ini?
Sudah berapa banyak pelajaran yang semesta berikan kepadamu?
Atau
Sudah berapa jauh kakimu melangkah mengitari luasnya mimpi yang menunggu untuk diwujudkan?

Jawabannya ada pada dirimu.

***
Menuju dua puluh satu, semesta begitu banyak memberi kejutan. Ia tidak henti-hentinya membawa cerita baru untuk kehidupan. Pun tidak jarang memberikan pelajaran.

Menuju dua puluh satu, banyak keputusan yang harus segera dilakukan. Baik atau buruknya merupakan resiko perjalanan. Rasa salah pun terkadang singgah. Tapi bukan suatu masalah.

Menuju dua puluh satu, satu persatu mimpi mulai diwujudkan. Berdiri melawan ketakutan. Melaju bersama kekuatan.

***
Alhamdulillah. Sudah menjadi dewasa dalam usia. Bukan lagi saatnya bermain-main. Banyak tujuan yang harus disinggahi untuk dituntaskan.

Lebih banyak bersyukur. Diberi kesempatan untuk menikmati hidup. Tidak lupa untuk berterima kasih kepada yang mempunyai semesta.

Bismillah. Selamat dua puluh satu.

Teruslah bercerita. Semesta tak akan berdusta.

-Abiseka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s